Teladan

KAMPUNG SABA’

SEBUAH CONTOH

EKSISTENSI NORMA SEJARAH PERJALANAN UMAT

 

 

Sejarah perjalanan manusia merupakan kontuniutas dari apa yang disebuit sebagai hukum alam(sunnatullah) .

Sejarah mereka ini antara lain dicatat oleh Al-qur’an dalam surat Saba’ mulai ayat 15

 أعوذ بالله من الشيطان الرجيم  لقد كان لسبإ في مسكنهم ءاية جنتان عن يمين وشمال كلوا من رزق ربكم واشكروا له بلدة طيبة ورب غفور(15)فأعرضوا فأرسلنا عليهم سيل العرم وبدلناهم بجنتيهم جنتين ذواتي أكل خمط وأثل وشيء من سدر قليل(16)ذلك جزيناهم بما كفروا وهل نجازي إلا الكفور(17)

……

Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan): “Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun”. Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr. Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran(dan keingkaran  mereka terhadap Allah). Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.

 

Imam Jalaluddi al-Syuyuti dalam kitab Tafsir al-Durr al-Mantsur, menjelaskan bahwa negeriSaba’ merupakan negeri yang sangat subur. Negeri ini memiliki sistem irigasi yang sangat bagus. Sejarah mencatat bahwa Negeri ini mempunyai bendungan yang bernama “bendungan Mu’arrib”. Dari bendungan inilah seluruh keperluan air dialirkan kerumah-rumah dan kebun-kebun mereka. Digambarkan jika seseorang keluar dari rumahnya untuk suatu keperluan sambil membawa keranjang di atas kepalanya, maka keranjang itu akan penuh terisi buah-buahan yang jatuh dari pepohonan yang ada di kanan kiri jalan yang dilalui sebelum orang tersebut sampai ketempat tujuannya. Al-Qur’an menyebut negeri ini dengan istilah بلدة طيبة ورب غفور  Namun sangat disayangkan. Penduduk negeriSaba’ ini kemudian ingkar kepada Allah. Segala nikmat yang telah diberikan Allah kepada Mereka diingkarinya. Beberapa orang Nabi telah diutus kepada mereka untuk memberikan peringatan supaya mereka kembali kejalan Allah dan bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah diberikan. Tetapi mereka tetap saja berpaling dari peringatan Nabi . bahkan mereka menggunakan nikmat Allah itu untuk memuaskan Nafsu mereka.  Oleh karena itu, sebagai peringatan, Allah menghancurkan bendungan tersebut. terjadilah banjir besar. Kebun yang semula sangat subur, ahirnya menjadi rusak dan hancur, negeri ini kemudian menjadi gersang.

Negeri Saba’ adalah sebuah pelajaran dan I’tibar. Negeri yang semula sangat subur dan makmur, kemudian berubah menjadi gersang dan miskin karena dosa-dosa para penduduknya

 

Nagara kita adalah negara yang terkenal dengn kesuburan tanahnya, sehingga diumpamakan apabila kita tanam tongkat dan batu, maka ia akan berubah menjadi tanaman yang menghasilkan. Hutan kita sangat luas, demikian pula wilayah laut kita. Kakayaan hutan dan laut itu sungguh luar biasa banyaknya. Hal ini bisa kita buktikan dari data lapangan bahwa dari peristiwa pencurian kayu gelondongan (illegal loging), nagara kita dirugikan minimal pada setiap tahunnya mencapai sekitar 40 trilyun, belum lagi pencurian ikan di laut kita dan pencurian di sektor lain.  Ini membuktikan bahwa negeri kita ini sebenarnya sangat kaya. Akan tetapi hal ini bertolak belakang dengan kenyataan yang ada. Negeri kita terkenal dengan utang yang tidak sedikit dan kemiskinan masih menjadi bagian kehidupan sehari-hari kita. Negeri kita ini juga tercatat sebagai negara berpenduduk muslim terbesar. Secara teori mestinya kehidupan yang ada di negeri ini menunjukkan tingkat kesejahtraan, kedamaian dan  keadilan, sesuai dengan Nama Agama kita yaitu Islam, yang berarti damai, sejahtera dan selamat. Tetapi sungghuh sangat bertolak belakang dengan kenyataan yang terjadi, negeri kita tercatat sebagai sebagai salah satu negara yang tingkat korupsinya tertinggi. Subhanallah. Na’udzu billahi min dzalik .

 

Kita tidak tahu pasti apakah bencana dan musibah yang bertubi-tubi dan beruntun di negeri kita ini merupakan ganjaran  Allah atas dosa-dosa yang kita lakukan, tetapi yang jelas hal itu merupakan peringatan agar kita senantiasa melakukan muhasabah dan koreksi diri. Marilah kita masing-masing senantiasa memperbaiki kualitas kebaragamaan dan keislaman, kita tata hati dan amal supaya dapat menjalankan agama kita dengan lebih baik, semoga Allah memberikan petunjuk dan kekuatan sehingga kita benar-benar tercatat sebagai hamba Allah yang Muttaqin, sehingga segala persoalan yang melanda negeri ini cepat dapat terselesaikan dengan baik, sebagaimana yang dijanjikan Allah dalam al-Qur’an:

ومن يتق الله يجعل له مخرجا(2)ويرزقه من حيث لا يحتسب

M.Nawawi

Sampurnan Bungah

Leave a comment

Filed under Pendidikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s